Wawancara Eksklusif, Eduardo Almeida: Saya Tidak Punya Waktu yang Cukup 

Wawancara Eksklusif, Eduardo Almeida: Saya Tidak Punya Waktu yang Cukup 

Pelantang.id, PADANG - Sampai pekan ke-27, Semen Padang FC masih berkutat di zona degradasi Liga 1 2019. Ancaman terlempar ke Liga 2 terus membayangi, saat kompetisi tinggal menyisakan tujuh laga lagi. 

Kendati dalam posisi yang sangat sulit melepasan diri dari zona merah, namun Semen Padang belum mengangkat bendera putih. Nada-nada optimistis masih ditebarkan oleh kubu tim berjuluk Kabau Sirah itu. 

Pelatih asal Portugal, Eduardo Almeida mempunyai tugas yang sangat sulit untuk menyelamatkan tim asuhannya. Tujuh laga tersisa, akan menjadi pertarungan hidup mati bagi Almeida bersama timnya. 

Pimred pelantang.id, Rizal Marajo, melakukan wawancara khusus dengan pelatih yang menjalani musim pertamanya di Indonesia itu. Wawancara dilakukan melalui email, dan sudah dilakukan alih bahasa. Berikut petikannya:  
  

Apakah Anda setuju, Semen Padang dalam situasi yang sulit hari ini? Ancaman degradasi dan zona merah sekarang di depan Anda

Semen Padang dalam situasi yang sulit, tetapi lebih baik sekarang daripada ketika saat saya tiba. Ancaman degradasi dan zona merah di depan saya selalu ada sejak saya datang. Perbedaannya sekarang kita tinggal 3 poin dari garis merah, dari sebelumnya 7 poin. Artinya kita lebih dekat sekarang untuk mencapai target kita daripada sebelumnya. 
Penting untuk diingat bahwa dalam 10 pertandingan kami bisa menghasilkan 13 poin dan dalam jumlah pertandingan yang sama di putaran pertama, pertandingan 1-10, dimana tim hanya menghasilkan 4 poin. Jadi, bicara hasil dan kinerja, lebih baik sekarang daripada sebelumnya. Kami bekerja keras untuk meningkatkan dan mencapai target kami. 
13 poin ini normal dalam 10 pertandingan. Jika semua tim memulai dengan 0 poin pada 10 pertandingan lalu, kami berada di posisi 9-10 dalam klasemen. Artinya, memungkinkan kami untuk memperbaiki poin agar tetap bertahan di Liga ini. Poin yang hilang lebih banyak sebelumnya, sebelum sekarang. 
Sekarang kami dalam jumlah poin normal, tentu saja kami memiliki peluang untuk mendapatkan angka lebih banyak. Memang, kami kehilangan beberapa poin di menit-menit terakhir yang seharusnya kami bisa menyimpannya. Tetapi tim-tim lainnya juga berjuang keras untuk mendapatkan poinnya.


 Apakah Anda masih optimis bisa menyelamatkan tim ini?

Ya, saya masih optimis. Ini sulit, tetapi kita harus percaya. Yang lebih penting adalah melakukan segalanya untuk memenangkan pertandingan. Pertandingan-pertandingan selanjutnya sangat penting bagi kami. Jika Menang memiliki peluang untuk bertahan di liga 1. Jika tidak ada kemenangan disana, kami memiliki masalah besar setelahnya.

Ketika Anda memilih untuk menjadi pelatih Semen Padang. Apakah Anda mengalami kesulitan sejauh ini?

Sampai sekarang saya tidak menemukan kesulitan, karena saya ingin membawa solusi dan sejauh ini tidak ada masalah. Jika saya fokus dalam kesulitan saya akan kehilangan fokus pada apa yang penting.  Ketika saya tiba saya tahu bahwa jendela transfer sudah hampir ditutup. Sehingga semua pemain yang ada di tim harus bekerja dengan saya, dan saya membantu mereka untuk meningkatkan kualitas permainan.. 
Tetapi jadwal sangat tidak memungkinkan untuk berlatih dengan waktu yang cukup untuk membuat tim lebih kuat seperti yang saya inginkan. Bermain dan berpikir yang terbaik untuk memenangkan pertandingan. 
Saya tidak mengeluhkan jadwal, karena semua tim mengalaminya. Perbedaannya sekarang, tidak ada banyak istirahat, tidak ada waktu untuk proses pelatihan.  Jadi, saya tahu kenyataan seperti ini dan hanya fokus untuk membuat yang terbaik dengan para pemain. Karena kami berjuang untuk bertahan di liga 1  karena kondisi, bukan kesulitan.


Apakah manajemen tim dan pemain cukup untuk membuat Anda menikmati pekerjaan sebagai pelatih Semen Padang?

Saya menikmati pekerjaan saya di mana-mana, saya mencintai pekerjaan saya.Pekerjaan saya adalah hasrat saya, sering kali saya mengorbankan diri sendiri dan keluarga saya untuk melakukan apa yang saya suka, beruntung mereka mengerti dan mendukung saya. 
Di Semen Padang tidak ada yang berbeda. Manajemen mendukung saya, pemain melakukan yang terbaik, jadi saya senang bekerjasama dengan mereka semua. Fans tim juga luar biasa, jadi saya menikmati. 
Tetapi saya yakin, tentu akan sangat senang jika tim ini tetap di Liga 1. Saya datang untuk membantu Semen Padang dan melakukan apa yang saya suka, yaitu berada di lapangan.


 Bagaimana Anda berkomunikasi dengan pemain, terutama pemain lokal. Apakah mereka cukup mudah mengerti?

Kami menggunakan beberapa pemain yang bisa berbicara bahasa Inggris. Saya juga mencoba berbicara Bahasa Indonesia. Saat melatih saya sudah bisa berbicara beberapa kata sepakbola. Untuk lebih detail dan instruksi, saya menggunakan pemain, asisten pelatih, dokter, atau siapa saja yang lebih dekat. Selalu saya pastikan mereka mengerti dengan apa yang saya katakan. 

Apa pendapat Anda tentang pendukung tim, mereka tidak "gila" seperti Bandung, Malang, Surabaya. Anda setuju?

Pendukung Semen Padang luar Biasa, itu yang harus saya katakan. Mereka selalu mendukung kami. Normal jika mereka tidak bahagia ketika kita tidak menang, saya juga begitu. Jika Anda merasakan hasrat para pemain untuk tim, tidak mungkin mereka untuk tetap bahagia. 
Tentu saja kami harus memahami bahwa tidak ada tim yang bisa memenangkan semua pertandingan, itulah sepakbola. Tapi suporter Semen Padang luar biasa. Di tempat lain saya tidak tahu, dan tak bisa berbicara karena saya tak pernah dekat dengan mereka. Tetapi sampai sekarang semua tempat saya pergi saya melihat semua suporter membuat hal yang baik, tidak ada yang perlu saya katakan tentang mereka. 
Untuk suporter Semen Padang, saya hanya harus mengatakan untuk menjaga tim yang mereka dukung. Sepak bola tanpa penggemar dan suporter sangat tidak masuk akal. Mereka adalah pemain nomor 12.

 Apa kekuatan dan kelemahan Anda sebagai pelatih di Semen Padang?

Kekuatan dan kelemahan saya di Semen Padang sama dengan ketika saya melatih di tim lain. Kita harus menyesuaikan diri dengan cepat, memahami dengan cepat, dan selalu mempersiapkan pekerjaan kita setiap hari. Yang terpenting, kita meningkatkannya setiap hari. 
Kita harus profesional dalam hal apapun, termasuk soal pemain, organisasi, fasilitas. Ada kesulitan di dalamnya, tapi ketika tim tampil ada peningkatan dari hari ke hari, itu maksud saya. Kekuatan saya adalah membuat tim ini menjadi lebih profesional dan membuat para pemain memiliki komitmen dengan tim, mampu bekerja seperti sebuah tim.
Kelemahan saya saat ini adalah, tidak ada waktu untuk mempersiapkan tim untuk bermain sesuai yang saya suka. Misalnya, membuat pertahanan yang lebih kuat, atau lebih intensif dalam permainan. Tetapi ini membutuhkan waktu. Persiapan yang singkat, recovery terbatas, jadwal bermain sekali empat hari. Ini sangat sulit untuk melakukannya. 


Apa filosofi Anda melatih dan hubungannya dengan yang Anda ajarkan kepada tim Anda?

Filosofi saya didasarkan pada filosofi hidup, yaitu rasa hormat, profesionalisme, dan kejujuran. Saya melakukan apa yang menurut saya yang terbaik untuk tim. Dalam latihan saya mencoba melihat cara bermain terbaik dengan pemain yang kita miliki. Jadi saya menyesuaikan model agar pemain merasa nyaman dan juga mempertimbangkan yang cocok. Selalu di dalam sistem dan aturan tentunya. 
Dalam hubungan dengan pemain, yang paling mendasar adalah mengatakan yang benar dan memperbaiki kesalahan. Mencoba selalu meningkatkan mereka secara individu dan kolektif. Selalu jujur saat berbicara dengan mereka. Ucapkan selamat saat mereka layak mendapatkan, dan minta perhatian saat mereka melakukan kesalahan.

Siapa panutan Anda dalam melatih, dan mengapa?

Saya tidak mengikuti panutan. Saya membaca dan banyak melihat cara melatih dan bermain tim yang berbeda. Tetapi saya tetap dengan cara saya, saya pikir sendiri, tidak ada copy paste.  Tetapi jika saya perlu mengatakan tiga nama pelatih, saya katakan Fabio Cappelo, Giovanni Trapatoni dan Juergen Klop.
Bukan karena mereka pelatih hebat saat ini, tapi karena cara pemain mau bertarung dengan instruksinya, komitmennya juga luar biasa. Capelo karena kepemimpinannya sangat kuat dan juga taktis. Trapatoni dan Klop juga sama. Dan tentunya Mourinho dan banyak pelatih Portugis lainnya yang bekerja dengan sangat baik di seluruh dunia. 


Terakhir, Apakah Anda senang tinggal di Padang? Bagaimana dengan orang- orangnya, gaya hidup mereka, dan soal makanan?

Tinggal di Padang itu mudah dan menyenangkan. Kota yang tenang, orang-orang ramah, semua tempat saya datangi orangnya sangat bersahabat. Jadi,saya senang di Padang. Makanannya memang  sedikit pedas tetapi saya juga mencoba sesekali. Di lain waktu, mencoba mendapatkan makanan Eropa.(*)