Tahapan Pilkada 2020 Sumbar : Selama 3 hari, Bakal Calon Kepala Daerah Ikuti Tes Kesehatan Fisik, Mental dan Bebas Narkoba

Tahapan Pilkada 2020 Sumbar : Selama 3 hari, Bakal Calon Kepala Daerah Ikuti Tes Kesehatan Fisik, Mental dan Bebas Narkoba
Bacakada sedang menjalani tes kesehatan di RS. M. Jamil, Padang, Selasa (8/9/2020)/istimewa

Pelantang.id, PADANG - Sesuai dengan tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada) 2020, saat ini Bakal Calon Kepala Daerah (Bakacada), baik gubernur, bupati dan walikota, maupun wakilnya, menjalani pemeriksaan kesehatan di RS. M. Djamil, Padang. 

Keterangan ini disampaikan oleh Kasubag Tekhnis dan Hupmas KPU Sumbar Jumiati. 
ketika ditemui saat melihat pemeriksaan Bacakada di RS  M. Djamil Padang, Selasa (8/9/2020).

Katanya, sesuai ketentuan maka diwajibkan pemeriksaan kesehatan, baik fisik maupun mental serta bebas narkoba.

"Kita akan terus melaksanakan semua tahapan sesuai aturan berlaku, khususnya kesehatan para Cakada semua biayanya ditanggung negara," ulas Jumiati.   

Jumiati melanjutkan, setelah pemeriksaan kesehatan ini. Pada 23 September 2020 mendatang, berdasarkan ketentuan yang ada, akan dilakukan penetapan. Sehari kemudian, dilanjutkan dengan pencabutan nomor urut pasangan. 

Tes Kesehatan Fisik, Mental dan Bebas Narkoba para Bacakada/ist

Senada dengan yang disampaikan Komisioner KPU Sumbar Izwaryani, yang menjelaskan tahapan pendaftaran, pemeriksaan kesehatan, penetapan serta pencabutan nomor urut, dilakukan pada bulan September 2020.

Sedangkan tahapan kampanye pada bulan November sampai 4 hari menjelang pemilihan yakni Desember 2020.

"Setelah pemeriksaan kesehatan, nanti KPU Sumbar akan melanjutkan dengan penetapan dan pencabutan nomor urut, yang semuanya tetap mengacu pada protokoler kesehatan, dengan membatasi jumlah orang, serta wajib memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak," tegas Izwaryani yang kerap dipanggil Adiak.

Dia juga menegaskan, KPU akan bersikap tegas dalam melaksanakan tahapan selanjutnya. Wajib mengacu pada protokoler kesehatan Covid, untuk menghindari cluster baru di saat pesta demokrasi.

"Jadi mohon maaf, pada tahapan berikutnya kami akan lebih tegas, agar tidak ada cluster baru, dan kita semua terselamatkan dari wabah covid-19," tukas Izwaryani mengakhiri. (mc-kpu)