Refleksi Perjalanan Supremasi Sipil dan Tantangan di Era 4.0, Diskusi Usakti Digelar

Refleksi Perjalanan Supremasi Sipil dan Tantangan di Era 4.0, Diskusi Usakti Digelar
Refleksi Perjalanan Supremasi Sipil dan Tantangan di Era 4.0, Diskusi Usakti Digelar
Refleksi Perjalanan Supremasi Sipil dan Tantangan di Era 4.0, Diskusi Usakti Digelar

Jakarta-Diskusi Refleksi Akhir Tahun dengan tema "Refleksi Perjalanan Supremasi Sipil dan Tantangan di Era 4.0", (14/12/2018) terlihat bersemangat. Diskusi yang bertempat di Gedung D Lantai 8, Kampus A Universitas Trisakti, yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti (IKA FH Usakti).

Diskusi yang menghadirkan nara sumber yang berkompeten di bidangnya; Tenaga Profesional Lemhanas RI Drs Edijan Tanjung, MSi, Konsultan Politik dan Komunikasi Dimas Oky Nugroho, M.Phil, PhD, Anggota Komisi III DPR RI Didik Mukrianto, SH, MH, dengan moderator Dosen HTN FH Usakti Radian Syam, SH MH.

Dalam diskusi ini, Radian Syam kemudian mencatat dengan menggunakan bahasa orang Minangkabau bilang entah iyo entah indak, karena politik itu tidak pasti.

Tetapi Politik itu bagaikan kendaraan yang membawa ke sebuah tujuan, jangan salahkan kendaraannya tapi tergantung pengendaranya.

Sipil memiliki peran pasca Reformasi, membangun NKRI harus melibatkan semua unsur anak bangsa, Political Good Will dan keinginan kerja keras tanpa penindasan dan dengan prinsip dasar Demokrasi Pancasila dimana saling menghormati merupakan modal membangun NKRI yang maju dan berkeadilan sosial.

Kemudian di akhir diskusi Radian Syam mengambil pesan Bung Hatta yang penting untuk kita anak bangsa, yakni; “Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini. Bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwi,” ujar Radian Syam yang Dosen Hukum Tata Negara FH Usakti.(rel/Dodi Syahputra)

Jakarta-Diskusi Refleksi Akhir Tahun dengan tema "Refleksi Perjalanan Supremasi Sipil dan Tantangan di Era 4.0", (14/12/2018) terlihat bersemangat. Diskusi yang bertempat di Gedung D Lantai 8, Kampus A Universitas Trisakti, yang diselenggarakan oleh Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Trisakti (IKA FH Usakti).

Diskusi yang menghadirkan nara sumber yang berkompeten di bidangnya; Tenaga Profesional Lemhanas RI Drs Edijan Tanjung, MSi, Konsultan Politik dan Komunikasi Dimas Oky Nugroho, M.Phil, PhD, Anggota Komisi III DPR RI Didik Mukrianto, SH, MH, dengan moderator Dosen HTN FH Usakti Radian Syam, SH MH.

Dalam diskusi ini, Radian Syam kemudian mencatat dengan menggunakan bahasa orang Minangkabau bilang entah iyo entah indak, karena politik itu tidak pasti.

Tetapi Politik itu bagaikan kendaraan yang membawa ke sebuah tujuan, jangan salahkan kendaraannya tapi tergantung pengendaranya.

Sipil memiliki peran pasca Reformasi, membangun NKRI harus melibatkan semua unsur anak bangsa, Political Good Will dan keinginan kerja keras tanpa penindasan dan dengan prinsip dasar Demokrasi Pancasila dimana saling menghormati merupakan modal membangun NKRI yang maju dan berkeadilan sosial.

Kemudian di akhir diskusi Radian Syam mengambil pesan Bung Hatta yang penting untuk kita anak bangsa, yakni; “Jatuh bangunnya negara ini, sangat tergantung dari bangsa ini sendiri. Makin pudar persatuan dan kepedulian, Indonesia hanyalah sekedar nama dan gambar seuntaian pulau di peta. Jangan mengharapkan bangsa lain respek terhadap bangsa ini. Bila kita sendiri gemar memperdaya sesama saudara sebangsa merusak dan mencuri kekayaan Ibu Pertiwi,” ujar Radian Syam yang Dosen Hukum Tata Negara FH Usakti.(Dodi Syahputra)