PSP U15 Berbagi Tali Asih dengan Panti Asuhan Anak Mentawai, Al Falah, korban kebakaran di Kota Padang

PSP U15 Berbagi Tali Asih dengan Panti Asuhan Anak Mentawai, Al Falah, korban kebakaran di Kota Padang
PSP U15 berempati dengan musibah kebakaran Panti Asuhan Anak Mentawai, Al Falah.

Pelantang.id, PADANG - PSP Padang usia 15 tahun yang baru saja menjuarai Piala Soeratin U15 Nasional ikut merasakan kesedihan terbakarnya Panti Asuhan Anak Mentawai, Al Falah yang terjadi pada Jum'at malam sekira jam 20.30 WIB lalu. 

Enam ruangan yang ada di Panti Asuhan Al Falah ini semuanya ludes terbakar dan membuat 17 orang penghuni asrama tidak lagi mempunyai tempat berteduh.  

Karena itu, tim asuhan manager coach Tri Gustian turut bersedih dan berempati. Pada Minggu siang (8/3/2020). Manajemen tim yang diwakili Sekretaris Tim Khalil Stasera bersama Tri Gustian dan pelatih kiper Putra Syabilul Rasyad serta beberapa pemain seperti kapten tim Muhammad Touriq,  Yoga Pratama Idris, Adib Arya Putra dan Daffa Chairi Orakel mengunjungi Panti Asuhan Al Falah untuk berbagi tali asih. 

"Kami dari Tim PSP U15 merasakan kesedihan dari penghuni asrama Panti Asuhan Al Falah ini. Kami sepakati untuk meringankan kesedihan mereka dan memberikan bantuan yang diterima Ustad Zulpanti, pimpinan panti," ujar Khalil yang dihubungi pelantang.id, Minggu sore. 

"Nominalnya mungkin tidak seberapa. Kita patungan dengan seluruh pemain dan tim pelatih. Bonus juara yang kita terima disisihkan dan totalnya itu yang diserahkan kepada Bapak Ustad Zul, pimpinan Panti Asuhan," sambungnya. 

"Semoga mereka tabah menghadapi ujian dan musibah yang menimpa. Kita harapkan bangkit kembali untuk membangun cita-cita dan masa depan," tutupnya. 

Senada dengan Tri Gustian yang mengatakan susah, sedih, duka, senang, gembira dan suka ria itu yang dilalui PSP U15 sepanjang menjalani Piala Soeratin U15 lalu. 

Bertolak dari hal tersebut, Tri dan anak asuhnya melihat musibah yang menimpa Panti Asuhan Al Falah, mungkin sama dengan bermacam rasa yang dilalui skuad PSP U15. 

"Sewaktu di Solo waktu kami lolos ke semi final. Semua komponen tim memang telah merencanakan untuk berbagi tali asih ke Panti Asuhan. Dan momentum itu kita lakukan saat mendengar ada musibah kebakaran Panti Asuhan Al Falah ini," ujar Tri Gustian.