PSP Padang U15 tahun Piala Soeratin 2019 Nasional : Harga Diri, Keluarga dan Marawa Rang Minang !

PSP Padang U15 tahun Piala Soeratin 2019 Nasional : Harga Diri, Keluarga dan Marawa Rang Minang !
PSP U15 tahun di Piala Soeratin 2019/2020/foto Robbi Sikumbang for pelantang.id

Catatan Sepakbola ADRIL MAHAPUTRA YOST
(Kompetensi Wartawan Muda)

Piala Soeratin merupakan turnamen sepakbola tertua dan terbesar di kompetisi sepakbola Indonesia yang khusus untuk pesepakbola usia muda. Mengambil nama dari tokoh pendiri PSSI Ir. Soeratin Sosrosoegondo. Pertama kali dilangsungkan pada tahun 1965 hingga saat ini. 

Mulai musim 2017, Piala Soeratin menggelar 2 kategori usia, yaitu dibawah 17 tahun (U-17) dan dibawah 15 tahun (U-15). Diawali berjenjang dari putaran daerah di tiap Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI, masing-masing juaranya lanjut mengikuti putaran nasional.

Musim 2019, Persatuan Sepakbola Padang (PSP) melalui tim usia muda mereka PSP U17 dan PSP U15 menjadi juara Asprov PSSI Sumbar dan bertarung arungi putaran nasional yang bergulir di tahun 2020 dari tanggal 10 Februari hingga hari ini Sabtu, 29 Februari 2020. 

Di putaran nasional, langkah PSP U17 telah terhenti dalam fase gugur 16 Besar Nasional. Namun tidak dengan PSP U15. Tim berjulukan "Pandeka Bungsu" justru menggoreskan catatan sejarah untuk persepakbolaan Sumbar. 

Melakoni fase awal dengan menjuarai penyisihan grup A, mengalahkan wakil Bangka Belitung (1-0) dan Kalimantan Utara (2-1) serta kalah versus DI Jogyakarta (0-1). Di fase gugur 16 Besar PSP U15 menaklukan Sulawesi Selatan (2-0).

Kemudian di Babak 8 Besar, kembali menepikan Babel (2-1). PSP U15 menjejak semi final, Muhammad Touriq dan kawan-kawan menyingkirkan juara DKI Jakarta (1-0).     

"Pandeka Bungsu" melesat ke puncak pertandingan. Beri kejutan publik sepakbola nasional khususnya di level pembinaan usia muda. Pun sangat membanggakan publik sepakbola Sumbar. 

Langkah tegap PSP U15 bak setetes air melegakan dahaga publik Sumbar. Ditengah gelap menyungkup karena Semen Padang FC terdegradasi dari Liga 1 ke Liga 2. Solok Equator Limapuluh Kota (SEL), Batang Anai FC dan PSP nan terperosok di putaran nasional Liga 3. Plus sirnanya mimpi Tim Sepakbola Pra PON Sumbar ke PON Papua. 

Kabut persepakbolaan Sumbar yang terungkup kelam, perlahan tirainya dikuak PSP U15. Pada awal tahun 2020 ini sebersit cahaya terang tetiba menjelma nyata ulah tim asuhan manager coach Tri Gustian, Muhammad Jeki dan Putra Syabilul Rasyad. 

PSP U15 pun bersiap hadapi juara Kalimantan Barat, Gabsis Sambas FC U15 di final dan menjadi laga penutup semua rangkaian kompetisi Piala Soeratin U15 Nasional di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Sabtu (29/2/2020) kick-off jam 15.30 WIB. 

Sekelumit cerita jelang keberangkatan tim pun menyeruak. Adalah momentum pelepasan tim sebelum "take off" ke medan laga (Bantul, Jogyakarta). 

Ketika Zulkifli Yahya dan kawan-kawan menyalami dan menciumi orang tua masing-masing, tangis haru seakan tidak akan bertemu lagi, iringi keberangkatan ke-30 pemain PSP U15. 

Serupa prajurit yang akan bertempur pertaruhkan nyawa, hidup atau mati, demi harga diri keluarga. Pikiran pandeka-pandeka bungsu terkunci, semua untuk satu dan satu untuk semua. 

"Sebelum berangkat ke Bandara, saya kumpulkan semua orang tua pemain. Anak-anak berpelukan, berangkulan minta doa dan restu kepada orang tua masing-masing. Suasananya benar-benar menohok batin saya dan tim pelatih. Mereka menangis haru seperti tidak akan bertemu lagi. Ini kunci yang membuat mereka bermain penuh motivasi, spirit tinggi di setiap pertandingan," ucap Tri Gustian 

Tak kenal menyerah sebelum akhir laga. Berbuah kemenangan-kemenangan penting. Kontra Kaltara (1-0) di laga kedua penyisihan grup A. Kontra Sulsel (2-0) di fase gugur 16 Besar dan semi final melawan DKI Jakarta (1-0). Aldo Fernandi cs membuktikannya lewat gol-gol krusial di penghujung laga.  

Pandeka Mudo menuliskan sejarah. Harga diri dan persepakbolaan Ranah Minang itu masih terjaga. Kekompakan, kebersamaan dan kekeluargaan tinggi, kunci sampainya mereka ke tangga calon juara nasional. Selangkah lagi, PSP U15 bakal menambah goresan prestasi klub yang berdiri sejak 1928. 

Khusus di level yunior, pada era Suhatman Imam dan kawan-kawan, PSP Yunior mencapai final Piala Soeratin (U-18) 1976 melawan Persebaya Yunior. Delapan tahun kemudian, giliran Hendra Susila cs bertemu Persikasi Yunior di Piala Soeratin 1984. 

Kedua final itu, PSP Yunior kalah tipis serta gagal membawa pulang gelar juara nasional. Tapi panggung nasional telah mencatat kekuatan persepakbolaan Ranah Minang. Banyak nama dari PSP yang menghuni Tim Nasional serupa Suhatman Imam, Oyong Liza dan lain-lain. Dan begitu pula, generasi emas 1984, Weliansyah, Hendra Susila, Delfi Adri, Afdhal Yusra dan lainnya yang beredar ke klub Galatama, PS Semen Padang, setahun kemudian.   

Tiga puluh enam tahun berlalu, kesempatan itu datang lagi membuka pintu prestasi. Di tingkatkan usia 15 tahun Piala Soeratin 2020. Di rumput stadion calon tuan rumah Piala Dunia U20-2021, Isya’ Alfiyah Dattul Kahfi cs akan berlarian membawa marawa simbol kebesaran Rang Minang, bergelut 2 x 30 menit waktu normal dengan lawannya Gabsis Sambas FC U15.    

"Terima kasih dukungan semua pihak. Melalui video-video itu, saya perlihatkan kepada semua pemain. Sehabis final nanti, Saya minta mereka pulang dengan kepala tegak," ujar Tri Gustian mengakhiri pembicaraan dengan pelantang.id.  (AMY)

Hasil Lengkap Pertandingan PSP U15
- PENYISIHAN GRUP A 
vs Kaltara (1-0)
vs Babel (2-1)
vs Jogyakarta (0-1)
- 16 BESAR  
vs Sulsel (2-0)
- 8 BESAR 
vs Babel (2-1)
- SEMI FINAL
vs DKI (1-0)
- FINAL  
vs Kalbar 

PSP U15 Tahun 2019/2020 : Muhammad Zaky Zahdi, Dicky Aidil Gusdira, Aldo Fernandi (PENJAGA GAWANG); Altaf Hafizun, Daffa Chairi Orakel, Januardi Rahmad Dwi Ananda, Heru Zambari, Marchel Fajar Ramadhan, Yoga Pratama Idris, Ufo Trinando, Reval Adhitya, Muhammad Touriq (c), Isya’ Alfiyah Dattul Kahfi, Adib Arya Putra (BELAKANG) Abraham Febrian, Rizky Rajasa Nasution, Jivaldo Tri Oktorizon, Bima Hidayatullah, Valdezzo D’batygoal, Hardyansyah, Heru Peprian, Muhammad Zikri Fajri, Haviv Mumtaza, Al Fadhil Gusva Putra, Zulkifli Yahya (TENGAH); Figo Amri, Angga Pratama, Muhammad Dani Armeza Putra, Muhammad Delon Dwison, Farhan Habibi (DEPAN)

OFFICIAL TIM : Khalil Stasera (General Coordinator) Tri Gustian (Manager Coach), Muhammad Jeki (Asisten), Putra Syabilul Rasyad (Pelatih Kiper), Hendra Framana (Fisioterapi), Muktadil Arya Nugraha (Meseur), Doni Rusliansyah (Media Officer