Pleno KPU Sumbar : Paslon Gubernur-Wakil Gubernur Yang Tidak Perbaiki Kekurangan Berkas Tidak Bisa Ikuti Pilkada 2020 Sumbar

Pleno KPU Sumbar : Paslon Gubernur-Wakil Gubernur Yang Tidak Perbaiki Kekurangan Berkas Tidak Bisa Ikuti Pilkada 2020 Sumbar
Pleno KPU SUmbar, Senin (14/9/2020)/nov

Pelantang.id, PADANG - Sesuai dengan tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada), saat ini telah memasuki tahapan pemeriksaan hasil penelitian keabsahan dokumen bakal pasangan calon (Bapaslon) dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur Sumatera Barat t2020.

Untuk itu KPU Sumbar telah melakukan pleno penetapan keabsahan berkas para bapaslon, Senin (14/2020), di aula gedung penyelenggara Pilkada tersebut.

Pleno penetapan dipimpin langsung ketua KPU Sumbar Amnasmen, didampingi Divisi Tekhnis Penyelenggaraan Izwaryani, Divisi Perencanaan Data dan Informasi Nova Indra, dan Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan SDM Gebril Daulai, serta Sekretaris Firman. Tanpa dihadiri Divisi Hukum Yanuk, karena baru pulang dari Jakarta dan harus istirahat.

Acara tersebut dihadiri para balon Gubernur dan wakil gubernur, partai pengusung dan LO, agar tidak terjadi asumsi lain dalam hal penetapan keabsahan berkas.

Berkaitan dengan pengesahan tersebut, Ketua Divisi Teknis penyelenggaraan Izwaryani mengatakan, semua calon memiliki berkas yang perlu diperbaiki, diantaranya dari pengadilan niaga Medan.

Izwaryani tidak merinci secara detail apa saja lainnya yang perlu diperbaiki, namun menyangkut ijazah semua bakal calon tidak ada permasalahan, karena sudah sesuai aturan berdasarkan hasil keputusan dan penelitian Pokja KPU Sumbar.

"Kita kurang pas apa saja yang perlu diperbaiki, tapi umumnya berkaitan dengan keterangan dari Pengadilan Niaga Medan, sedangkan ijazah nampaknya tidak ada masalah," ungkap Izwaryani.

Dia juga mengatakan, selain 4 pasang calon gubernur, semua Cakada (Calon Kepala Daerah) kabupaten dan kota juga melakukan hal yang sama, setelah sebelumnya melakukan tes kesehatan, diluar 6 orang calon karena terkonfirmasi positif, dan mereka akan diperiksa kesehatannya kembali setelah dinyatakan negatif.

"Meskipun mereka terkonfirmasi positif, namun proses lain termasuk pemeriksaan berkas calon tetap dilaksanakan, dan pemeriksaan kesehatan para balon tersebut setelah dinyatakan negatif Corona," tambah Izwaryani yang kerap dipanggil Adiak. 

Apa yang dinyatakan Adiak, dipertegas Amnasmen, dimana masa perbaikan berkas ditentukan sampai pada 16 September 2020 mendatang, sesuai dengan waktu yang diatur dalam tahapan pilkada.

"Masa perbaikan berkas para calon hanya sampai 16 September mendatang, untuk selanjutnya akan diverifikasi pada 22 September dan ditetapkan pada 23 September, mana yang lolos dan bisa ikut pencabutan nomor urut pada 24 September 2020," ulas Amnasmen.

Dia juga menegaskan, jika sampai masa akhir perbaikan, berkas para balon tidak juga lengkap, maka pada tanggal 23 September 2020, akan diberitahukan pada publik melalui sidang pleno terbuka, dan tidak bisa ikut kontestasi pilkada pada 9 Desmber 2020 ini.

Pleno penelitian keabsahan berkas yang semestinya dimulai pukul 14.00 Wib, terundur menjadi pukul 15.00 wib, karena menunggu bakal calon dan parpol pengusung serta LO, sementara yang tepat waktu hanya pasangan Mukyadi-Ali Mukhni dan Genius Umar, semua dilaksanakan sesuai standar protokol kesehatan covid-19, juga disaksikan Vifner anggota Bawaslu Sumbar beserta jajaran . (nov)