Pandemi Corona Membawanya Balik ke Padang, Ronaldo Eko Ceritakan Motivasinya di Kalteng Putera FC

Pandemi Corona Membawanya Balik ke Padang, Ronaldo Eko Ceritakan Motivasinya di Kalteng Putera FC
Ronaldo Eko Julianto, pemain Kalteng Putra FC 2020/foto IG Kalteng Putra

Pelantang.id, Padang - Ronaldo Eko Julianto menjejaki karirnya sejak di tim usia muda Semen Padang FC (SPFC) pada musim Liga 1 U19-2017. Eko kemudian membela tim senior selama dua musim, Liga 2-2018 dan Liga 1-2019. Tapi, memasuki musim 2020, pemain kelahiran Mei 1998 ini tidak lagi masuk dalam perencanaan Eduardo Almeida, pelatih kepala SPFC . 

Eks. gelandang tim sepakbola Pra PON Sumbar di Porwil X Sumatera 2019 itupun meninggalkan kampung halaman, meneruskan karirnya ke rantau orang. Bersama dua pemain asal Sumatera Barat lainya, M. Fauzan Jamal dan Yohandes Saputra, Kalteng Putra FC jadi pelabuhan baru Eko di musim kompetisi 2020. 

Dalam laga pembuka, penanda kick-off Liga 2-2020, antara Persiba Balikpapan vs Kalteng Putra FC, Sabtu (14/3) di Stadion Batakan, Balikpapan, Eko ada di line-up pemain Kalteng Putra. Skor akhir pertandingan itu tidak berpihak untuk timnya, kalah tipis (3-2).  

"Sebenarnya waktu itu saya tidak akan diberangkatkan karena dalam kondisi tidak fit. Tapi pelatih tetap memasukan saya ke line-up, duduk di bench cadangan," ujarnya memulai pembicaraan dengan pelantang.id, Rabu sore (8/4).  

Kembali dari Balikpapan, bersiap hadapi laga kedua Kalteng Putra kontra tuan rumah Mitra Kukar, (19/3), Eko termotivasi untuk memberikan kemenangan bagi timnya. 

Sayang, ambisinya tertunda. Makin masifnya penyebaran virus corona di Indonesia, mengharuskan PSSI ikuti instruksi Presiden RI dan Kemenpora RI. Liga 1 dan Liga 2 terhenti dengan status "force majeure". Aktifitas semua klub terdiam total.    

Tak terkecuali Kalteng Putra. Para pemain pulang ke tempat asal masing-masing. Eko pun sudah berada di Kota Padang, pada Selasa (31/3).   

"Suasana tim Kalteng Putra bagus. Ini musim pertama saya memperkuat tim luar Sumbar. Motivasi saya tentu ingin lebih banyak dapat menit bermain. Sayang, kompetisi berhenti dan kami diliburkan sampai waktu yang tidak ditentukan," jelas pemain yang mencuat di turnamen antar kecamatan se-Sumatera Barat 2017 tersebut. 

Meski begitu, Eko tetap berlatih mandiri di Padang. Sesuai instruksi Eko Tamimie, pelatih kepala Kalteng Putra FC,  Ia wajib menjaga kondisi dan kebugaran. Setiap hari video latihan disetorkan ke pelatih.  

Menyoal pemotongan gaji pemain yang dilakukan klub-klub Liga 1 dan Liga 2, Eko pasrah karena memang merupakan persetujuan dari PSSI. Dampak luas dari wabah Covid-19 turut ditanggung pesepakbola di semua belahan bumi ini.   

"Sebenarnya kalo disebut pasti keberatan. Tapi ini sudah persetujuan PSSI. Ya udah, kami mengikuti prosedur yang ada saja. Semoga situasi sulit sekarang, cepat mereda dan normal kembali. Aamiin ya Rabb ku," pungkasnya mengakhiri percakapan. (AMY)

Eko (kiri) dan Yohan (kanan) membela Tim Pra PON Sumbar 2019 sebelum ke Kalteng Putra (foto MkC II-2018