Hingga Juli 2018, Realisasi PNBP Sudah 76,62 Persen dari APBN

Hingga Juli 2018, Realisasi PNBP Sudah 76,62 Persen dari APBN
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Kementerian Keuangan melalui laporan APBN Kita bulan Agustus 2018 mencatat, sampai dengan tanggal 31 Juli 2018, realisasi PNBP mencapai 211,04 triliun atau 76,62 persen dari APBN tahun 2018.

Realisasi tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 22,53 persen jika dibandingkan dengan realisasi periode yang sama tahun 2017. Kenaikan ini antara lain disebabkan meningkatnya harga komoditas, khususnya harga minyak bumi dan batu bara pada tahun 2018.

Menurut data, realisasi penerimaan SDA Migas mencapai Rp72,66 triliun atau 90,43 persen dari targetnya dalam APBN tahun 2018. Realisasi tersebut mengalami pertumbuhan sebesar 50,02 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017.

Kenaikan penerimaan SDA Migas ini disebabkan karena lebih tingginya realisasi ICP periode bulan Desember 2017 hingga Juli 2018, yaitu sebesar USD 66,37 perbarel atau periode bulan Januari hingga Juli 2018 sebesar USD 67,14 per barel.

Dibandingkan realisasi ICP bulan Desember 2016 sampai Juli 2017, yaitu sebesar USD 48,75 per barel atau periode bulan Januari sampai Juli 2017 sebesar USD 48,41 per barel.

Realisasi penerimaan SDA Non Migas mencapai Rp19,68 triliun atau 84,39 persen dari target APBN tahun 2018. Realisasi tersebut lebih tinggi 28,28 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 yang mencapai Rp15,34 triliun.

Peningkatan ini diantaranya disebabkan oleh kenaikan rata-rata harga batubara acuan (HBA) pada periode Januari hingga Juli 2018 yang mencapai USD 97,66 per ton, lebih tinggi dibandingkan HBA periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar USD 81,74 per ton.

Realisasi pendapatan dari kekayaan negara dipisahkan mencapai Rp38,08 triliun atau 85,20 persen dari target APBN tahun 2018. Nilai tersebut lebih tinggi 7,41 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017 yang mencapai Rp35,45 triliun.

Di sisi lain, peningkatan realisasi penerimaan PNBP disebabkan oleh kenaikan realisasi Penjualan Hasil Tambang yang mencapai Rp12,88 triliun, lebih tinggi dibandingkan realisasi periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp9,17 triliun, sejalan dengan peningkatan HBA.

Untuk pendapatan BLU, hingga 31 Juli 2018 terealisasi sebesar Rp25,67 triliun, atau mencapai 59,28 persen dari target APBN tahun 2018, meningkat 15,25 persen dari realisasi periode yang sama tahun 2017 sebesar Rp22,27 triliun.(*)