Features: Shin Tae-Yong dan Nilmaizar; Memori Dua kali Duel di Busan 1991

Features: Shin Tae-Yong dan Nilmaizar; Memori Dua kali Duel di Busan 1991

Oleh: Rizal Marajo

Pasca Simon McMenemy dipecat PSSI dari kursi Pelatih Timnas senior Indonesia, dua nama pelatih asing langsung mencuat sebagai kandidat pengganti, yaitu Luis Milla dan Shin Tae-Yong.

Nama pertama, Luis Milla adalah mantan pelatih Timnas sebelumnya yang digantikan McMenemy. pria asal Spanyol itu dihentikan kontraknya pasca Asian Games 2018. 

Walau Timnas banyak kemajuan ditangan Milla, namun kerjasama tetap dihentikan karena konon PSSI tak sanggup membayar gaji Milla yang kabarnya mencapai Rp2miliar sebulan. Ibaratnya gaji mantan pemain Timnas Spanyol dan Barcelona itu, bisa membuat pasangan suami-istri naik haji tiap bulan selama dua tahun. 

Sedangkan Shin Tae-Yong adalah pelatih asal Korea Selatan,pemegang lisensi AFC Pro, dan kompetensinya sebagai pelatih sangat baik. Terakhir, dia memegang timnas negaranya dalam rentang waktu 2017-2018. 

Jika melihat sinyal-sinyal yang diberikan PSSI dengan komandan barunya Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, pilihan sepertinya akan jatuh pada Shin Tae-Yong untuk menduduki kursi pelatih Timnas Indonesia. 

Pastinya, gaji pria Korea ini tak semahal Milla, mungkin hanya seperempatnya saja. Dengan alasan lebih paham kultur sepakbola Asia, sepertinya Shin Tae-Yong menjadi kandidat terkuat sebagai pengganti McMenemy. Hanya soal waktu dan negosiasi saja. 

PSSI sudah mengadakan pendekatan dan bertemu Shin Tae-Yong di Singapura, sepertinya klop. Shin Tae-Yong usai pertemuan langsung menyatakan ketertarikannya menangani Timnas Indonesia, dan PSSI juga mengundang yang bersangkutan untuk melakukan presentasi. Artinya, 90 persen Shin Tae-Yong bakal menjadi pelatih Timnas Indonesia. 

Siapa Shin Tae Yong?
Bagi publik sepakbola Indonesia, nama ini mungkin tak begitu familiar. Tapi bagi para pelaku sepakbola Indonesia, terutama di kalangan pelatih nama Shin Tae-Yong bukanlah sosok yang asing. 

Nilmaizar misalnya, mantan pelatih Timnas Indonesia yang kini melatih Persela Lamongan, salah satu pelaku sepakbola Indonesia yang sudah sangat lama kenal Shin Tae Yong, sejak sama-sama jadi pemain Timnas negara masing-masing. 

Bahkan Nil punya kenangan tersendiri dengan sejawatnya yang kini sama-sama berumur 49 tahun itu. "Saya pernah berhadapan dua kali dengan Shin Tae-Yong, kalau tidak salah Maret 1991, Saya bersama tim Pra Olimpade Indonesia dia dengan tim Pra Olimpade Korea Selatan. Kita berujicoba dua kali di Stadion Kudok Busan."ujar Nil bercerita. 

Dalam dua kali ujicoba itu, baik Nil maupun Shin Tae-Yong sama-sama pemain inti tim masing-masing. Pada laga pertama, Korsel memang terlalu kuat bagi Indonesia yang saat itu materinya diisi skuad Tim Garuda II dan tambahan pemain klub-klub galatama, seperti Aji Santoso, Ansyri Lubis, Widodo C Putra dan lain-lainnya. 

"Pertandingan pertama kita kalah telak 0-5, salah satu gol Korea dicetak oleh Shin Tae Yong. Dia bermain sebagai gelandang. Sebagai pemain belakang, saya beberapa kali terlibat duel langsung dengannya. Dia pemain bagus, ulet, dan punya fisik bagus, seperti umumnya pemain-pemain Korea."kenang Nil. 

Pada pertandingan kedua selang tiga hari kemudian, di tempat yang sama, pertandingan berlangsung lebih seru. Timnas Indonesia yang bermain tanpa beban bisa mengimbangi permainan Korsel. Walau akhirnya kalah, tapi kalahnya tipis 1-2. 

"Pertandingan kedua itu jadi kabar bagus sekaligus kabar buruk bagi saya. Gembira, karena satu-satunya gol balasan Indonesia saya yang cetak melalui sebuah heading. Itu gol pertama sekaligus terakhir saya bersama Timnas. Kabar buruknya, saya juga cedera di laga itu usai cetak gol."lanjut Nil menerawang kenangannya bersama Shin Tae Yong 28 tahun lalu itu. 

"Artinya saya dan Shin Tae-Yong itu satu generasi, walau kenal tapi setelah itu tak ada komunikasi, sampai kami sama-sama berkarir sebagai pelatih."

Ditanya kemungkinan Shin jadi pelatih Timnas Indonesia, Nil menyebut sosok Shin  sangat tepat melatih Timnas Indonesia. Tidak hanya soal kompetensinya yang sudah teruji, tapi juga pemahamannya tentang sepakbola Asia sangat bagus. 

"Saya kira sosok yang tepat, banyak hal yang bisa dilakukan Shin jika melatih Timnas Indonesia. Tidak hanya dari segi teknis, tapi juga soal motivasi, fighting spirit, dan visi sepakbola modern yang bisa ditularkannya. Apalagi, dia bisa mendapat masukan dari pemain-pemain asal Korea yang banyak bermain di Liga Indonesia."tutup Nil.(*)