Catatan Ringan: Tim Futsal Pra PON Sumbar, Ketika "Api" itu Harus Tetap Menyala

Catatan Ringan: Tim Futsal Pra PON Sumbar, Ketika "Api" itu Harus Tetap Menyala
Tonggak sejarah futsal Sumbra, saat juara PON 2012. (foto: istimewa)


Oleh: RIZAL MARAJO

Tak mau ketinggalan dari cabang induknya, sepakbola, Futsal Sumbar juga mulai menggeliat menatap Pra PON 2019. Misinya sama, meraih tiket ke PON 2020 di Papua. Bisa dikatakan futsal justru lebih dulu selangkah mempersiapkan tim dari sepakbola. 

Bedanya, Futsal sangat bersahaja, tidak terlalu gembar-gembor, dan tidak pula memakai pola digital marketing yang di terapkan sepakbola. Tapi, futsal juga punya perencanaan yang terukur dalam membangun tim. 

Tim Teknis yang sudah dibentuk, siap bekerja dengan program-programnya.Mulai dari pemantauan pemain di Linus dan Porprov, seleksi dua tahap, terbentuknya  kerangka tim, persiapan umum, rancangan ujicoba, sampai rencana try out untuk beberapa bulan  ke depan. 

Futsal yang bersahaja, tapi sudah punya catatan emas dan sejarah di arena PON. Untuk hal ini, futsal boleh sedikit berbangga dari sang induk. Kini, PON 2020 menjadi target yang terbentang di depan mata. 

Futsal, hari ini sudah menjelma menjadi olahraga paling populer nomor empat di Indonesia. Sumbar adalah salah satu daerah yang ikut berperan menegakan fondasi futsal di Tanah Air. 

Dalam peta futsal Tanah Air hari ini, Sumbar masih sangat diperhitungkan. Untuk regional Sumatra, walaupun agak menurun dalam beberapa tahun terakhir, Futsal Ranah Minang sejauh ini masih menjadi salah satu kiblat atau barometer. 

Hal ini tentu tak terlepas dari kisah heroik Futsal Sumbar yang menyabet medali emas di PON 2012. Kali pertama futsal dipertandingan secara resmi di multi iven nasional itu, Ranah Minang mencatatkan sejarah menyabet medali emas pertama. Catatan itu menghiasi rekor MURI.

Itulah pilar atau momenetum pertama yang membuat futsal Sumbar disegani di tingkat nasional. sekaligus, menjadi "api" yang membuat futsal Sumbar hangat dan bergairah.

Empat tahun lalu di PON 2016 di Jawa Barat, supremasi yang dipegang Sumbar terlepas. Tak bisa dipungkiri perkembangan futsal yang begitu pesat membuat persaingan semakin ketat. Inovasi yang terus berkembang dalam segi permainan dan tactical, juga sesuatu yang harus diantisipasi, jika tak ingin tertinggal. 

Tim Pra PON Futsal Sumbar 2019

PON 2020, yang akan didahului oleh Kejurnas/Pra PON, akan menjadi ujian bagi Sumbar. Tantangan berat dan harus dijawab, karena akan terasa "aneh" dan tak lengkap venues futsal PON 2020 tanpa ada "Tuah Sakato" di dalamnya. 

Bagaimanapun, "api" yang dinyalakan dengan medali emas PON 2012 di Riau harus tetap menyala. Api spirit itu tak boleh padam dari Futsal Sumbar. 

Marwah futsal Sumbar yang terlanjur disegani di tingkat nasional, harus tetap dijaga. Jangan sampai pilar  yang sudah berdiri kokoh itu pelan-perlahan terbenam, dan api itu meredup seperti lilin tertiup angin. 

Inilah tugas besar Asosiasi Futsal Daerah (AFD) Sumbar di tahun 2019 ini. Tentunya ini juga menjadi tanggungjawab bersama keluarga besar Futsal Sumbar. Tentunya juga dukungan institusi terkait seperti Asprov PSSI Sumbar maupun KONI Sumbar. 

Tanpa dukungan dan kedua lembaga itu, pastinya AFD akan tetap kewalahan mempersiapkan tim ke Kejurnas/Pra PON. Jangan sampai Futsal Sumbar berjuang sendiri menjaga marwah Sumbar di lantai futsal nasional.

Well, tak lain tak bukan ending yang diharapan adalah futsal dan sepakbola sukses merebut tiket PON 2020. Kedua tim bergandengan tangan menuju Papua. Keduanya akan bertugas dan bahu-membahu menjaga marwah Ranah Minang di Tanah Paling ujung Nusantara itu. Indah bukan?(*) 

*) Penulis adalah Wartawan berkompetensi Wartawan Utama
*) Wasekum AFD Sumbar
*) Online sport Journalist