Best Five Futsal Sumbar, Dominasi Generasi 2012 dan Talenta Baru yang Terus Bermunculan

Best Five Futsal Sumbar, Dominasi Generasi 2012 dan Talenta Baru yang Terus Bermunculan

Padang, pelantang – Seperti halnya sepakbola, olahraga Futsal juga mengalami mati suri di Indonesia karena Covid-19, termasuk di Sumatra Barat. Cabor “adik” sepakbola ini benar-benar sunyi sepi, dan lapangan-lapangan futsal yang biasanya riuh sepanjang hari, kini terdiam dan tak ada kegiatan.

Kompetisi atau turnamen resmi yang selama ini menghiasi kmeriahan futsal Sumbar, juga menghilang, entah sampai kapan. Para pemain yang biasanya sibuk mengisi hari dengan turnamen-turnamen tarkam, sekarang juga kehilangan moment menambah pendapatan.

Futsal, sejak meraih medali emas di PON 2012 Riau, menjelma menjadi olahraga paling komprehensif perkembangannya di Sumbar. Pemain-pemain muda terus bermunculan, sementara yang lain satu persatu sudah berhasil menembus kompetisi elit futsal Indonesia.

Jika disusun, Sumbar akan memiliki satu tim terbaik dengan tiga paketan alias 15 orang. Jika batasan spasialnya diambil sejak era emas PON 2012, maka pemain dari tim PON 2012 itu akan mendominasi. Karena memang tim itulah yang terbaik sejauh ini dimiliki Sumbar.

Karena itu, pelantang.id mencoba menyusun Best Five Futsal Sumbar, ditambah 10 pemain cadangan, sebagai berikut:

Best Five (Paket I)
Untuk posisi kiper, ada dua nama yang layak disandingkan, Rangga Zaputra dan Nando Roberto. Keduanya punya kapasitas dan kelbihan masing-masing, Kesamaannya kedua kiper ini sama-sama atraktif dan menghibur, tentunya dengan kualitas sama-sama mumpuni sebagai kiper.

Rangga, alumni PON 2012, punya kelebihan dalam hal lemparan bola yang akurat, disamping punya reflek dan reaksi yang bagus. Sedangkan Nando, disamping atraktif, punya kelebihan lain sebagai pemain power play. Tak jarang aksinya memecah kebuntuan tim dalam menciptakan gol. Karena yang dipilih cuma satu, maka Nando Roberto rasanya lebih pas mengisi sektor kiper.

Sedangkan untuk Anchor tak ada nama lain selain Ade Andyka. Pemain satu ini kelebihannya adalah kemampuan antisipasi yang sangat baik, plus reading the game yang luar biasa. Selebihnya, dia seorang petarung dan jenderal yang yang sangat disegani di lapangan. Walau sedikit bengal dan urakan, tapi tak menutup kemampuannya sebagai salah satu pefutsal terbaik yang pernah dimilki Sumbar.

Dua pemain yang mengisi posisi ala atau flank, jatuh pada duet sehati PON 2012, Randy Satria dan Yudhi Fatra. Keduanya tak ubahnya bulan dan bintang futsal Sumbar.

Randi atau Akank masih awet sampai sekarang, dan menjadi salah satu pemain futsal terbaik Indonesia sepanjang sejarah. Stylish, skill full, dan goal, adalah tongkrongan kapten tim IPC pelindo dan Timnas Indonesia ini.

Yudhi Fatra, semasa memperkuat Timnas Indonesia pasca PON 2012

Sayangnya Yudhi Fatra cepat redup, padahal dimasa jayanya pemain ramping ini adalah predator tak kalah ganas dibanding Akank. Pernah memperkuat Timnas Indonesia, ditambah keindahan futsal yang ada pada dirinya, membuat Yudhi menjadi sosok yang belum ada gantinya di Sumbar sejauh ini.

Untuk Pivot, sepertinya dua nama dari generasi dibawah 2012 layak dikedepankan. Muhammad Sanjaya dan Irfan Nelson. Sanjaya yang diciptakan jadi pivot semasa di Timnas U-22, mampu melakoni dengan baik dan sangat efektif. Golden boy futsal Sumbar ini sudah meroket diusia sangat muda.

Sedangkan Irfan Nelson, sosok langka yang dibekali skill bagus, shooting ganas, dan penguasaan bola yang baik, Sayangnya, karirnya tak maksimal di kompetisi. Maka untuk hal ini Muhammad Sanjaya lebih pas mengisi pos pivot.

Paket II
Kiper jelas milik Rangga Zaputra, setelah Nando Roberto mengisi Best Five. Untuk Anchor, Satu nama paling layak dikedepankan adalahg Efrinaldi. Jebolan PON 2016 paling menonjol ini memang punya skill diatas rata-rata. Master of Passing, dan punya naluri gol tinggi. Sah, pemain Giga FC ini mengisi posisi anchor untuk tim Paket 2.

Efrinaldi, generasi 2016 paling menonjol

Dua flank untuk Paket II, sepertinya milik Dhino Army Mulya, eks Pingdus di Liga Pro yang skill menawan juga. Pendampingnya di flank adalah pemain paling atraktif di Ranah Minang, Rahmad Budiman a.k.a Pencet. Dipuncak permainannya, sulit menghentikan pemain dengan seribu teknik dan akal ini. Pivot? tentu saja milik Irfan Nelson.

Paket III
Duo gempal, Lisanul “Ipong” Sidqi dan Ray Mahayasa boleh bersaing untuk untuk mengklaim tempat dibawah mistar paket 3. Jika melihat konsistensi, pengalaman, jam terbang, dan skill, Ipong lebih layak mengisi kiper Paket 3.

Untuk Anchor, duet beda generasi, Ronny Doang dan Afis “Finan” Yunanda layak dikedapankan. selain sebagai anchor, Namun, dengan naluri gol yang tinggi kerap memberi kontribusi lebih kepada tim, membuat Finan layak diberi wild card untuk anchor paket III.

Afis Yunanda, bakat hebat yang masih menggu kesempatan ke kasta elit

Duet Flank tak ada salahnya mengambil duet kidal, Febi Perdana dan Andrizal Putra untuk disandingkan. Kiprah lumayan yahud dimusim pertama Liga Pro 2020, membuat duat kidal Sumbar ini mulai dilirik pelaku futsal nasional. Tinggal mencari satu pivot untuk tim paket 3. Mungkin Ade Vionanda layak mengisinya.

Diluar 15 nama tersebut, sesungguhnya masih banyak nama-nama bagus yang layak dikedepankan, dan rata-rata pernah menghiasi futsal sumbar dengan skill dan bakat hebat mereka. Sebut saja, Florin Marvindo, Rafin Chaniago, Rizky Admayudi, Ori Effendi, Jefrianda, Teguh Kenzio, Muhammad Fikri, Rahmad Setiawan, Ivan Mardika, Rahmad Rawagus, dan lain sebagainya. Tapi sayangnya, hanya 15 orang yang “terdaftar” masuk dalam tim terbaik Sumbar  sejauh ini.(rmo)