600-an Pesepakbola Muda Sumbar Libatkan Diri di "Pegadaian Grassroot Festival With Indra Sjafri"

600-an Pesepakbola Muda Sumbar Libatkan Diri di "Pegadaian Grassroot Festival With Indra Sjafri"
600-an pesepakbola cilik di Pegadaian Coaching Clinic & Grassroots Festival/dok panitia

Pelantang.id, PADANG - Sekitar 600-an pesepakbola usia dini (0-12 tahun) sangat antusias melibatkan diri dalam lanjutan "Pegadaian Coaching Clinic & Grassroots Festival With Indra Sjafri" di Stadion H. Agus Salim, Padang, pada Minggu (8/3/2020), dari pagi hari jam 06.00 WIB hingga tengah hari 13.00 WIB.  

Di sesi hari kedua, Indra Sjafri menyajikan materi praktek untuk peserta coaching cllinic para pelatih-pelatih sepakbola SSB dan non SSB di Sumbar plus pesepakbola-pesepakbola usia dini dan muda. Mereka dengan gembira dan senang hati melahap semua instruksi dan arahan Direktur Teknik PSSI itu.   

Pelatih yang membawa Timnas U19 menjuarai Piala AFF 2013 ini mempraktekan berbagai metode dan cara melatih yang sesuai tahapan usia. Setiap model latihan mempunyai tujuan dalam mengajarkan prinsip dan dasar-dasar pembinaan bagi pesepakbola cilik.  

Pria kelahiran Batang Kapas, Pesisir Selatan ini mengungkapkan Grassroots Football harus mengacu pada visi FIFA “Touch the World”. 

"Tujuan utama dari Grassroots Football mesti sesuai dengan visi FIFA. Membawa permainan sepak bola ke semua orang, membiarkan sebanyak mungkin orang untuk bermain dan bergembira, dan mengenalkan anak laki-laki dan perempuan pada sepak bola," ulasnya. 

"Kemudian tidak ada diskriminasi, permainan harus sederhana, menarik dan mendorong anak untuk semangat bermain sepak bola," papar Indra yang merupakan 'Brand Ambassador' PT Pegadaian. 

"Dalam hal melatih sepak bola bagi anak-anak maka permainan adalah guru terbaik dan kegembiraan para pemain harus selalu jadi fokus utama. Sehingga, tidak ada lagi anak-anak yang berlatih sepak bola harus lari keliling lapangan beberapa putaran, tetapi fokuskan mereka pada permainan sehingga lebih banyak bersentuhan dengan bola untuk melatih skill bermain," lanjutnya. 

Insert Foto : Grassroot Festival with Indra Sjafri

Kepada seluruh peserta Indra menyebutkan poin-poin penting pembinaan pemain sejak usia dini meliputi skill, kemampuan taktikal dan kecerdasan. Sehingga tidak cukup hanya bermain sepak bola saja tetapi perlu juga sekolah karena diperlukan orang pintar untuk membaca permainan di lapangan. Diperlukan pula kemampuan fisik, tapi bukan hanya pandai berlari dan melompat saja.

Terakhir dan paling penting adalah penghormatan nilai-nilai. Karena dalam sepak bola bukan cuma kalah menang, tetapi ada attitude yang perlu diperhatikan. Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah pelatih-pelatih yang lebih beradab.

"Oleh karena itu, dalam sepak bola tidak ada prestasi yang bisa diraih secara instan, semua butuh proses dan pemain yang bagus lahir dari instruktur yang bagus pula. Semoga melalui coaching clinic ini akan memberikan kemajuan bagi sepakbola Sumbar dan Kota Padang khususnya," pungkasnya. 

Meriahnya Grassroots Festival juga dihadiri Pemimpin Wilayah II PT Pegadaian Pekanbaru Muhammad Nurkasan, Wakil Walikota padang, Hendri Septa. Ketua KONI Kota Padang Agus Suardi. Serta Instruktur Senior Kepelatihan PSSI, Emral Abus dan asisten pelatih Timnas Indonesia, Alex Aldha Yudi. 

Panpel dari Pegadaian Area Padang juga menghadirkan skuad PSP U15 yang baru-baru ini menjuarai Piala Soeratin U15 Nasional 2019/2020. 

"Terima kasih PT Pegadaian, semoga coaching clinic yang dilakukan ini bermanfaat dan sesuai harapan yang diinginkan," ujar Hendri Septa, yang juga Ketua Umum PSP Padang

(*/sumber :Humas Pemko Padang)